Sabtu, 28 Februari 2026

Jurnal Membaca Cerpen dan Puisi

  Nama : Larahelfunika

Nim : 2530102020004

Kelas : A   

Mata Kuliah : Membaca Sastra

Dosen Pengampu : Ibnu Yustiya Ramadhan, S.S., M.Hum.

 

 

Jurnal Membaca

Cerpen 

Judul Cerpen: Tepi Kota yang Hilang

Penulis: Winne Aprilia Putri

Tanggal baca: Sabtu,28 Febuari 2026


Pertanyaan Heuristik dan Jawaban

    1. Di mana latar tempat cerita ini berlangsung?
      Jawaban: Di sebuah gang sempit di pinggiran kota yang padat penduduk.

    2. Siapakah tokoh utama dalam cerita tersebut?
      Jawaban: Pak Amir, seorang tukang becak.

    3. Siapa saja anggota keluarga Pak Amir?
      Jawaban: Istrinya, Bu Sari, dan anaknya, Rani.

    4. Apa pekerjaan Pak Amir dan Bu Sari?
      Jawaban: Pak Amir bekerja sebagai tukang becak, sedangkan Bu Sari membuat nasi uduk untuk dijual.

    5. Apa yang terjadi pada kampung tempat mereka tinggal?
      Jawaban: Kampung mereka direlokasi/digusur untuk pembangunan jalan tol dan apartemen.

    6. Apa cita-cita Rani?
      Jawaban: Rani ingin menjadi guru agar anak-anak kampung bisa menjadi pintar.

    7. Bagaimana reaksi warga saat mendengar pengumuman relokasi?
      Jawaban: Warga panik, ada yang marah, ada yang menangis, dan ada yang pasrah.

    8. Bagaimana kondisi ekonomi keluarga Pak Amir setelah pembangunan?
      Jawaban: Semakin sulit karena becaknya kalah saing dengan ojek daring dan mereka tinggal di tempat yang lebih sederhana.

    Pertanyaan Hermeneutik dan Jawaban

    1. Apa makna tepi kota yang hilang dalam cerita ini?
      Jawaban: Melambangkan hilangnya ruang hidup masyarakat kecil akibat pembangunan yang lebih mengutamakan kemajuan fisik kota daripada kehidupan warganya.

    2. Apa makna simbol monster baja dan penjahat besi?
      Jawaban: Melambangkan alat berat pembangunan yang dianggap sebagai simbol kekuasaan dan modernisasi yang menghancurkan kehidupan warga kecil.

    3. Mengapa kata kemajuan terasa ironis bagi Pak Amir?
      Jawaban: Karena kemajuan kota justru mengorbankan tempat tinggal dan mata pencaharian mereka.

    4. Apa pesan moral yang ingin disampaikan penulis?
      Jawaban: Bahwa kemiskinan bukan alasan untuk menyerah, dan harapan serta pendidikan adalah jalan untuk memperjuangkan masa depan yang lebih baik.

    5. Apa makna harapan dalam cerita ini?
      Jawaban: Harapan menjadi kekuatan utama keluarga Pak Amir untuk bertahan, terutama melalui cita-cita Rani yang ingin menjadi guru.

    6. Bagaimana cerita ini menggambarkan ketidakadilan sosial?
      Jawaban: Keputusan relokasi dibuat tanpa kejelasan dan kepastian bagi warga kecil, menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan sering mengabaikan suara masyarakat kecil.

    7. Apa makna dialog terakhir antara Pak Amir dan Rani?
      Jawaban: Melambangkan optimisme dan keyakinan bahwa meskipun dunia terus berubah, manusia tidak boleh berhenti berusaha dan berharap.



Jurnal Membaca

Puisi 

Judul: Cinta Kasih Ibu

Penulis: Sukarni, S.Pd. SD

Penerbit Buku: Literasiologi

Halaman: 14

Tanggal baca: Sabtu,28 Febuari 2026

Pertanyaan Heuristik dan Jawaban

  1. Siapa yang dibicarakan dalam puisi tersebut?
    Jawaban: Ibu.

  2. Bagaimana kedudukan ibu dalam kehidupan anak menurut puisi tersebut?
    Jawaban: Ibu adalah anugerah terindah, dan tempat bersandar, serta mengadu.

  3. Apa saja yang dilakukan ibu untuk anaknya?
    Jawaban: Ibu mencurahkan cinta dan kasih, mempertaruhkan jiwa dan raga, meluangkan waktu, dan mengorbankan kebahagiaannya.

  4. Bagaimana gambaran senyum ibu dalam puisi?
    Jawaban: Senyum ibu diibaratkan seperti mentari yang menyinari jiwa.

  5. Apa harapan yang disampaikan di akhir puisi?
    Jawaban: Anak diharapkan menjadi insan yang berguna bagi sesama.

Pertanyaan Hermeneutik dan Jawaban

  1. Apa makna kau anugerah terindah dalam hidupku?
    Jawaban: Ibu dianggap sebagai karunia Tuhan, yang paling berharga, dan tak tergantikan dalam hidup anak.

  2. Apa arti jiwa dan ragamu kau pertaruhkan?
    Jawaban: Ibu rela berkorban sepenuhnya, baik fisik maupun perasaan, demi keselamatan dan kebahagiaan anak.

  3. Mengapa senyum ibu diibaratkan mentari dan wajahnya seperti pelangi?
    Jawaban: Karena ibu membawa cahaya, harapan, dan keindahan dalam hidup anak, seperti mentari yang menerangi dan pelangi yang indah setelah hujan.

  4. Apa makna suara merdu dan belaian ibu?
    Jawaban: Melambangkan ketenangan, kenyamanan, kasih sayang, dan rasa aman yang diberikan ibu.

  5. Apa pesan moral yang ingin disampaikan penyair?
    Jawaban: Anak harus menghargai dan membalas kasih sayang ibu dengan menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Sumber: https://repository.iaincurup.ac.id/602/1/kumpulan%20puisi.pdf

Jumat, 20 Februari 2026

Jurnal Membaca Cerpen dan Puisi

 Nama : Larahelfunika

Nim : 2530102020004

Kelas : A   

Mata Kuliah : Membaca Sastra

Dosen Pengampu : Ibnu Yustiya Ramadhan, S.S.,M.Hum.

 

 

Jurnal Membaca

Cerpen 

Judul Cerpen : Nyanyian Maut

Penulis : D.Hardi

Tempat lahir : Bandung

Tanggal baca : Sabtu, 21 Febuari 2026


Pertanyaan heuristik 

  1. Siapa tokoh utama di dalam cerpen?
    Tokoh utama adalah Ramdola, seorang buruh pabrik air minum yang kemudian menjadi penyanyi jalanan.

  2. Di mana dan kapan cerita ini dimulai?
    Cerita dimulai di sebuah kedai kopi pada sore hari yang mendung.

  3. Apa konflik awal yang dialami Ramdola?
    Ramdola mengalami tekanan kerja, target yang tidak manusiawi, serta ancaman pemecatan dari atasannya.

  4. Mengapa Ramdola mulai bernyanyi di pabrik?
    Bernyanyi menjadi pelampiasan atas kemarahannya, tekanan batin, dan ketidakadilan yang ia rasakan.

  5. Bagaimana reaksi atasan dan rekan kerja terhadap tindakan Ramdola?
    Atasannya marah dan mengancamnya, sementara sebagian rekan kerja menganggapnya sudah stres atau kehilangan kendali.

  6. Apa yang menyebabkan Ramdola dipecat?
    Karena dianggap gagal memenuhi target dan melakukan tindakan yang dinilai melawan otoritas perusahaan.

  7. Bagaimana respons masyarakat terhadap nyanyian Ramdola?
    Masyarakat merasa terwakili, terhibur, dan tertarik hingga Ramdola dikenal luas.

  8. Siapa Arum dan apa konflik yang terjadi dengannya?
    Arum adalah istri Ramdola yang menginginkan kestabilan ekonomi, sehingga sering bertentangan dengan pilihan hidup Ramdola.

  9. Apa bentuk teror yang dialami Ramdola?
    Ia dilempari telur busuk, diteror lewat telepon, diserang penonton, dan mengalami mimpi buruk.

  10. Bagaimana cerita ini berakhir?
    Cerita berakhir dengan kematian mendadak tokoh pencerita di kedai kopi setelah ia mengungkap bahwa Ramdola adalah dirinya sendiri.

Pertanyaan hermeneutik 

  1. Apa makna bernyanyi dalam cerpen ini?
    Bernyanyi melambangkan kebebasan berekspresi dan keberanian menyuarakan kebenaran.

  2. Apa makna kematian Ramdola di akhir cerita?
    Kematian melambangkan konsekuensi ekstrem dari kritik terbuka dalam sistem yang menekan suara kritis.

  3. Apa yang dilambangkan oleh tokoh Ramdola?
    Ramdola melambangkan suara rakyat kecil yang berani menentang ketidakadilan.

  4. Mengapa cerpen menggunakan cerita berlapis?
    Untuk menegaskan bahwa kisah Ramdola bersifat reflektif dan simbolik.

  5. Apa kritik sosial utama dalam cerpen ini?
    Kritik terhadap eksploitasi buruh, manipulasi politik, dan pembungkaman kebebasan berpendapat.

  6. Mengapa Ramdola menolak tawaran kelompok politik?
    Karena ia ingin menjaga kemerdekaan suara dan tidak menjadi alat kepentingan tertentu.

  7. Apa makna konflik rumah tangga Ramdola?
    Konflik tersebut mencerminkan benturan antara idealisme dan kebutuhan hidup.

  8. Bagaimana pandangan cerpen terhadap masyarakat?
    Masyarakat digambarkan haus akan kejujuran, tetapi mudah berbalik ketika risiko muncul.

  9. Apa makna lagu Insiden Berdarah?
    Lagu tersebut menjadi simbol kritik sejarah kekerasan yang sensitif dan menakutkan bagi penguasa.

  10. Apa pesan utama cerpen ini?
    Kejujuran dan keberanian menyuarakan kebenaran sering menuntut pengorbanan besar.

Sumber : https://www.bacapetra.co/nyanyian-maut/


Jurnal Membaca

Puisi

Judul Puisi : Kenangan Semasa Kecil

Karya : Riyani Nurmaulida

Halaman : 16

Tanggal baca : Sabtu, 21 Febuari 2026


Pertanyaan heuristik 

  1. Siapa saya di dalam puisi tersebut?
    Saya adalah penyair yang menceritakan pengalamannya sendiri.

  2. Apa yang sedang dilakukan saya di dalam puisi?
    Saya sedang melihat album foto saat masa kecilnya.

  3. Di mana foto-foto masa kecil itu berada?
    Foto-foto masa kecil itu menempel di dinding rumahnya.

  4. Masa apa yang diceritakan dalam puisi tersebut?
    Puisi menceritakan masa kecil penyair.

  5. Kegiatan apa yang dilakukan penyair saat kecil?
    Penyair suka bermain bersama teman-temannya.

  6. Larik mana yang menunjukkan kerinduan pada masa lalu?
    Larik Seandainya waktu bisa diputar kembali menunjukkan kerinduan tersebut.

 Pertanyaan hermeneutik 

  1. Apa makna album foto di dalam puisi tersebut?
    Album foto melambangkan kenangan dan ingatan masa kecilnya yang tersimpan.

  2. Apa makna kenangan masa kecil bagi penyair?
    Kenangan masa kecil merupakan sesuatu yang berharga dan tidak pernah terlupakan.

  3. Mengapa penyair ingin memutar kembali waktu?
    Karena penyair merindukan kebahagiaan dan kesederhanaan saat masa kecilnya.

  4. Perasaan apa yang tersirat dalam puisi tersebut?
    Perasaan rindu dan haru yang tersirat dalam puisi tersebut.

  5. Apa pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca?
    Pesan puisi ini adalah agar pembaca menghargai kenangan masa kecil sebagai bagian penting di dalam kehidupan.


Rabu, 11 Februari 2026

Jurnal Membaca Puisi dan Cerpen

 Nama : Larahelfunika

Nim : 2530102020004

Kelas : A   

Mata Kuliah : Membaca Sastra

Dosen Pengampu : Ibnu Yustiya Ramadhan, S.S., M.Hum.

 

 

Jurnal Membaca

Cerpen 

Judul Cerpen : Kawan Masa Lalu

Penulis : Budi Hutasuhut 

Tempat lahir : Sipirok

Tanggal, bulan, tahun lahir : 3 Juni 1872

Tanggal baca : Rabu, 11 Febuari 2026


Pertanyaan heuristik 

  1. Siapa saja tokoh dalam kutipan tersebut?
    Jawaban : Aku tokoh utama, Irmayanti, dan Mahmudiono.

  2. Apa hubungan Irmayanti dengan Mahmudiono?
    Jawaban : Mereka kakak dan beradik.

  3. Mengapa Mahmudiono pernah di tangkap tentara?
    Jawaban : Karena mengungkap kasus pelanggaran HAM di Dusun Talangsari.

  4. Apa yang terjadi pada ayah Irmayanti?
    Jawaban : Ayahnya menjadi korban pelanggaran HAM di Talangsari.

  5. Mengapa Mahmudiono tidak pernah bercerita sebelumnya?
    Jawaban : Karena jika ia bercerita, tokoh  Aku bisa ikut di tangkap tentara juga.

  6. Apa yang membuat Irmayanti terkejut?
    Jawaban : Karena mengetahui Aku dan Mahmudiono ternyata saling kenal.

Pertanyaan Hermeneutik 

  1. Apa makna pengungkapan kasus HAM dalam cerita ini?
    Jawaban : Menunjukkan keberanian melawan ketidakadilan meskipun berisiko besar.

  2. Mengapa Mahmudiono memilih diam selama ini?
    Jawaban : Diam sebagai bentuk perlindungan terhadap orang lain dari bahayanya politik.

  3. Apa yang tergambar tentang situasi sosial saat itu?
     Jawaban : Situasi penuh ketakutan, represi, dan ancaman dari aparat.

  4. Apa konflik batin yang di alami tokoh Aku?
     Jawaban : Rasa terkejut, kecewa, sekaligus kebingungan karena rahasia yang di sembunyikan.

  5. Apa pesan moral yang dapat diambil?
    Jawaban : Kejujuran itu penting, tetapi dalam situasi tertentu orang terpaksa menyembunyikan kebenaran demi keselamatan.


Jurnal Membaca

Puisi Modern

Judul : Sepisaupi

Karya :  Sutardji Calzoum Bachri

Halaman : 5

Tanggal baca : Rabu, 11 Febuari 2026

Pertanyaan Heuristik
  1. Kata apa yang sering di ulang dalam puisi?
    Kata pisau, sepi, duri, dan variasinya seperti sepisaupi.

  2. Apa makna kata pisau dan duri?
    Pisau adalah alat tajam untuk memotong sesuatu, duri adalah bagian tajam pada tumbuhan.

  3. Bagaimana struktur puisi ini?
     Terdiri dari larik-larik pendek, banyak pengulangan kata dan permainan bunyi.

  4. Apa suasana yang terasa dalam puisi?
     Suasana sedih, sunyi, dan penuh tekanan batin.

  5. Apakah ada rima atau permainan bunyi?
    Ada pengulangan bunyi pi, sau, dan se yang menimbulkan irama seperti mantra.

  6. Siapa yang berbicara dalam puisi ini?
     Seolah-olah penyair sendiri yang mengungkapkan perasaan batinnya.

 Pertanyaan Hermeneutik 

  1. Apa makna simbolis pisau?
    Melambangkan rasa sakit, luka batin, dan penderitaan.

  2. Mengapa sepi di gabung dengan pisau?
    Untuk menggambarkan bahwa saat kesepian bisa melukai seperti pisau.

  3. Apa makna dosa dan duri dalam puisi?
    Melambangkan kesalahan, dan penderitaan yang menusuk hati.

  4. Apakah puisi ini menggambarkan luka batin?
     Iya, karena puisi ini menggambarkan kesepian, dan penderitaan yang begitu mendalam.

  5. Mengapa penyair banyak bermain dengan bunyi?
     Karena Sutardji menekankan kekuatan kata dan bunyi sebagai makna itu sendiri.

  6. Apa pesan yang dapat diambil dari puisi ini?
     Kesepian dan penderitaan adalah bagian dari kehidupan manusia yang terasa tajam dan menyakitkan.

Sumber : https://share.google/JqcRHeDUb2G77bAgg

Rabu, 04 Februari 2026

Jurnal Membaca Cerpen dan Puisi

 Nama : Larahelfunika

Nim : 2530102020004

Kelas : A   

Mata Kuliah : Membaca Sastra

Dosen Pengampu : Ibnu Yustiya Ramadhan, S.S., M.Hum.

 

 

Jurnal Membaca

Cerpen

Judul Cerpen : Kantor Pos dari Surga 

Penulis : Agus Noor

Penerbit : PT Bentang Puataka

Tempat terbit : Yogyakarta

Halaman : Bagian terakhir

Tanggal baca : Kamis, 5 Febuari 2026


Pertanyaan Heuristik 

  1. Siapa saja tokoh utama di dalam cerpen Kartu Pos dari Surga?
    Jawaban: Tokoh utama dalam cerpen ini adalah Bening, Marwan, Ren, dan Bik Sari.

  2. Apa yang selalu di tunggu-tunggu oleh Bening setiap pulang sekolah?
    Jawaban: Bening selalu menunggu kartu pos dari Mamanya.

  3. Mengapa kartu pos dari Mama tidak kunjung datang?
    Jawaban: Karena Mama Bening telah meninggal dunia, sehingga tidak mungkin lagi mengirim kartu pos.

  4. Bagaimana reaksi Bening ketika mengetahui kotak posnya kosong?
    Jawaban: Bening merasa kecewa, sedih, dan cemas, lalu berlari mencari Bik Sari untuk memastikan apakah kartu posnya sudah diambil.

  5. Apa pekerjaan Ren yang membuatnya sering bepergian dan mengirim kartu pos?
    Jawaban: Ren sering bepergian karena pekerjaannya, sehingga ia terbiasa mengirim kartu pos dari berbagai kota.

  6. Bagaimana peran Bik Sari dalam cerita tersebut?
    Jawaban: Bik Sari berperan sebagai pembantu rumah tangga yang mengetahui kondisi sebenarnya, tetapi merasa sedih dan bingung saat harus menghadapi pertanyaan Bening.

  7. Di mana latar utama peristiwa dalam cerpen ini terjadi?
    Jawaban: Latar utama terjadi di rumah, sekolah, dan sekitar lingkungan tempat tinggal Bening.

Pertanyaan Hermeneutik 

  1. Apa makna simbolik kartu pos bagi Bening dan keluarganya?
    Jawaban: Kartu pos melambangkan kasih sayang, kenangan, dan hubungan emosional antara Bening dan Mamanya.

  2. Mengapa penulis memilih judul Kartu Pos dari Surga?
    Jawaban: Judul tersebut bermakna bahwa kartu pos yang ditunggu Bening seolah berasal dari surga, tempat Mamanya berada setelah meninggal.

  3. Bagaimana perasaan kehilangan di gambarkan melalui sudut pandang anak kecil?
    Jawaban: Kehilangan di gambarkan secara polos dan sederhana, melalui rasa rindu dan harapan, Bening yang terus menerus menunggu kartu pos tanpa memahami kenyataan sepenuhnya.

  4. Apa konflik batin yang di alami Marwan dalam cerita ini?
    Jawaban: Marwan mengalami konflik batin karena ia harus menyembunyikan kebenaran tentang Mama Bening demi menjaga perasaan anaknya.

  5. Mengapa kejujuran menjadi hal yang sulit disampaikan kepada Bening?
    Jawaban: Karena Bening masih kecil ia belum genap 6 tahun dan dianggap belum mampu menerima kenyataan tentang kematian Mamanya.

  6. Apa pesan moral yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita ini?
    Jawaban: Pesan moral pentingnya kasih sayang keluarga, kejujuran yang penuh empati, serta cara bagaimana menghadapi kehilangan dengan hati-hati.

  7. Bagaimana cerpen ini menggambarkan perbedaan cara orang dewasa dan anak-anak memahami kehilangan?
    Jawaban: Anak-anak memahami kehilangan melalui harapan dan imajinasi, sedangkan orang dewasa memahaminya dengan kesadaran dan beban emosional yang lebih berat untuk menerimanya.


Jurnal Membaca

Puisi

Judul : Saat Sebelum Berangkat

Penulis : Sapardi Djoko Damono

Penerbit : PT. Grasindo

Tempat terbit : Jakarta 

Tahun terbit : 1994

Halaman : 10

Tanggal baca : Rabu, 4 Febuari 2026


Pertanyaan Heuristik

  1. Apa yang di maksud dengan saat sebelum berangkat?
    Jawaban: Saat sebelum berangkat ini merujuk pada seseorang yang ingin pergi, yang dalam konteks puisi ini mengarah pada perpisahan terakhir.

  2. Siapa yang di maksud dengan kita dalam puisi ini?
    Jawaban: Kita ini merujuk pada dua orang atau lebih yang memiliki hubungan dekat yang sedang berada dalam situasi perpisahan.

  3. Apa arti dari menyekap beribu kata di antara karangan bunga?
    Jawaban: Ini menggambarkan banyak kata atau perasaan yang tidak terucapkan, dan tersembunyi di antara bunga-bunga yang biasanya hadir dalam suasana duka.

  4. Bagaimana suasana yang digambarkan melalui hari hampir gelap?
    Jawaban: Ini menggambarkan suasana senja yang suram dan menandakan berakhirnya suatu waktu atau kehidupan.

  5. Siapa para pengiring jenazah yang disebutkan di akhir puisi?
    Jawaban: Mereka  orang-orang yang mengantar jenazah dalam prosesi pemakaman.

Pertanyaan Hermeneutik

  1. Apa makna dari berangkat dalam puisi ini?
    Jawaban: Berangkat melambangkan kematian, yaitu kepergian terakhir yang tidak dapat di hindari.

  2. Mengapa tokoh kita ini masih bercakap meskipun suasana duka semakin nyata?
    Jawaban: Hal ini menunjukkan ketidak ikhlasan dan usaha menunda perpisahan karena beratnya kehilangan.

  3. Apa makna dari ruang semakin maya dalam konteks puisi ini?
    Jawaban: Melambangkan jarak emosional dan perasaan hampa, seolah dunia nyata mulai terasa tidak nyata karena duka.

  4. Bagaimana makna dari musim tiba-tiba reda dapat di tafsirkan?
    Jawaban: Musim yang reda melambangkan berhentinya kehidupan atau emosi yang tiba-tiba terdiam saat kematian datang.

  5. Apa makna keseluruhan puisi setelah munculnya pengiring jenazah?
    Jawaban: Kehadiran pengiring jenazah menegaskan bahwa peristiwa dalam puisi adalah momen sebelum kematian, sehingga keseluruhan puisi berbicara tentang perpisahan, kehilangan, dan ketidak berdayaan manusia menghadapi waktu.

Sumber : https://tarecha.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/06/sapardi-djoko-damono-hujan-bulan-juni.pdf


Jurnal Membaca Cerpen dan Puisi

 Nama : Larahelfunika Nim : 2530102020004 Kelas : A    Mata Kuliah : Membaca Sastra Dosen Pengampu : Ibnu Yustiya Ramadhan, S.S., M.Hum. Jur...