Rabu, 04 Februari 2026

Jurnal Membaca Cerpen dan Puisi

 Nama : Larahelfunika

Nim : 2530102020004

Kelas : A   

Mata Kuliah : Membaca Sastra

Dosen Pengampu : Ibnu Yustiya Ramadhan, S.S., M.Hum.

 

 

Jurnal Membaca

Cerpen

Judul Cerpen : Kantor Pos dari Surga 

Penulis : Agus Noor

Penerbit : PT Bentang Puataka

Tempat terbit : Yogyakarta

Halaman : Bagian terakhir

Tanggal baca : Kamis, 5 Febuari 2026


Pertanyaan Heuristik 

  1. Siapa saja tokoh utama di dalam cerpen Kartu Pos dari Surga?
    Jawaban: Tokoh utama dalam cerpen ini adalah Bening, Marwan, Ren, dan Bik Sari.

  2. Apa yang selalu di tunggu-tunggu oleh Bening setiap pulang sekolah?
    Jawaban: Bening selalu menunggu kartu pos dari Mamanya.

  3. Mengapa kartu pos dari Mama tidak kunjung datang?
    Jawaban: Karena Mama Bening telah meninggal dunia, sehingga tidak mungkin lagi mengirim kartu pos.

  4. Bagaimana reaksi Bening ketika mengetahui kotak posnya kosong?
    Jawaban: Bening merasa kecewa, sedih, dan cemas, lalu berlari mencari Bik Sari untuk memastikan apakah kartu posnya sudah diambil.

  5. Apa pekerjaan Ren yang membuatnya sering bepergian dan mengirim kartu pos?
    Jawaban: Ren sering bepergian karena pekerjaannya, sehingga ia terbiasa mengirim kartu pos dari berbagai kota.

  6. Bagaimana peran Bik Sari dalam cerita tersebut?
    Jawaban: Bik Sari berperan sebagai pembantu rumah tangga yang mengetahui kondisi sebenarnya, tetapi merasa sedih dan bingung saat harus menghadapi pertanyaan Bening.

  7. Di mana latar utama peristiwa dalam cerpen ini terjadi?
    Jawaban: Latar utama terjadi di rumah, sekolah, dan sekitar lingkungan tempat tinggal Bening.

Pertanyaan Hermeneutik 

  1. Apa makna simbolik kartu pos bagi Bening dan keluarganya?
    Jawaban: Kartu pos melambangkan kasih sayang, kenangan, dan hubungan emosional antara Bening dan Mamanya.

  2. Mengapa penulis memilih judul Kartu Pos dari Surga?
    Jawaban: Judul tersebut bermakna bahwa kartu pos yang ditunggu Bening seolah berasal dari surga, tempat Mamanya berada setelah meninggal.

  3. Bagaimana perasaan kehilangan di gambarkan melalui sudut pandang anak kecil?
    Jawaban: Kehilangan di gambarkan secara polos dan sederhana, melalui rasa rindu dan harapan, Bening yang terus menerus menunggu kartu pos tanpa memahami kenyataan sepenuhnya.

  4. Apa konflik batin yang di alami Marwan dalam cerita ini?
    Jawaban: Marwan mengalami konflik batin karena ia harus menyembunyikan kebenaran tentang Mama Bening demi menjaga perasaan anaknya.

  5. Mengapa kejujuran menjadi hal yang sulit disampaikan kepada Bening?
    Jawaban: Karena Bening masih kecil ia belum genap 6 tahun dan dianggap belum mampu menerima kenyataan tentang kematian Mamanya.

  6. Apa pesan moral yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita ini?
    Jawaban: Pesan moral pentingnya kasih sayang keluarga, kejujuran yang penuh empati, serta cara bagaimana menghadapi kehilangan dengan hati-hati.

  7. Bagaimana cerpen ini menggambarkan perbedaan cara orang dewasa dan anak-anak memahami kehilangan?
    Jawaban: Anak-anak memahami kehilangan melalui harapan dan imajinasi, sedangkan orang dewasa memahaminya dengan kesadaran dan beban emosional yang lebih berat untuk menerimanya.


Jurnal Membaca

Puisi

Judul : Saat Sebelum Berangkat

Penulis : Sapardi Djoko Damono

Penerbit : PT. Grasindo

Tempat terbit : Jakarta 

Tahun terbit : 1994

Halaman : 10

Tanggal baca : Rabu, 4 Febuari 2026


Pertanyaan Heuristik

  1. Apa yang di maksud dengan saat sebelum berangkat?
    Jawaban: Saat sebelum berangkat ini merujuk pada seseorang yang ingin pergi, yang dalam konteks puisi ini mengarah pada perpisahan terakhir.

  2. Siapa yang di maksud dengan kita dalam puisi ini?
    Jawaban: Kita ini merujuk pada dua orang atau lebih yang memiliki hubungan dekat yang sedang berada dalam situasi perpisahan.

  3. Apa arti dari menyekap beribu kata di antara karangan bunga?
    Jawaban: Ini menggambarkan banyak kata atau perasaan yang tidak terucapkan, dan tersembunyi di antara bunga-bunga yang biasanya hadir dalam suasana duka.

  4. Bagaimana suasana yang digambarkan melalui hari hampir gelap?
    Jawaban: Ini menggambarkan suasana senja yang suram dan menandakan berakhirnya suatu waktu atau kehidupan.

  5. Siapa para pengiring jenazah yang disebutkan di akhir puisi?
    Jawaban: Mereka  orang-orang yang mengantar jenazah dalam prosesi pemakaman.

Pertanyaan Hermeneutik

  1. Apa makna dari berangkat dalam puisi ini?
    Jawaban: Berangkat melambangkan kematian, yaitu kepergian terakhir yang tidak dapat di hindari.

  2. Mengapa tokoh kita ini masih bercakap meskipun suasana duka semakin nyata?
    Jawaban: Hal ini menunjukkan ketidak ikhlasan dan usaha menunda perpisahan karena beratnya kehilangan.

  3. Apa makna dari ruang semakin maya dalam konteks puisi ini?
    Jawaban: Melambangkan jarak emosional dan perasaan hampa, seolah dunia nyata mulai terasa tidak nyata karena duka.

  4. Bagaimana makna dari musim tiba-tiba reda dapat di tafsirkan?
    Jawaban: Musim yang reda melambangkan berhentinya kehidupan atau emosi yang tiba-tiba terdiam saat kematian datang.

  5. Apa makna keseluruhan puisi setelah munculnya pengiring jenazah?
    Jawaban: Kehadiran pengiring jenazah menegaskan bahwa peristiwa dalam puisi adalah momen sebelum kematian, sehingga keseluruhan puisi berbicara tentang perpisahan, kehilangan, dan ketidak berdayaan manusia menghadapi waktu.

Sumber : https://tarecha.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/06/sapardi-djoko-damono-hujan-bulan-juni.pdf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Membaca Cerpen dan Puisi

 Nama : Larahelfunika Nim : 2530102020004 Kelas : A    Mata Kuliah : Membaca Sastra Dosen Pengampu : Ibnu Yustiya Ramadhan, S.S., M.Hum. Jur...