Rabu, 08 April 2026

Jurnal Membaca Cerpen dan Puisi

 Nama : Larahelfunika

Nim : 2530102020004

Kelas : A   

Mata Kuliah : Membaca Sastra

Dosen Pengampu : Ibnu Yustiya Ramadhan, S.S., M.Hum.

 

Jurnal Membaca

Cerpen

Judul: Dua Wajah Ibu

Penulis: Guntur Alam

Tanggal Baca: Rabu, 8 April 2026


Pertanyaan Heuristik


1.Siapa tokoh utama dalam cerpen tersebut?

Jawaban: Tokoh utamanya adalah Mak Inang, seorang ibu tua dari kampung.

2.Di mana latar tempat cerita berlangsung?

Jawaban: Di kampung dan di kota besar Jakarta, terutama di lingkungan kontrakan sempit. 

3.Mengapa Mak Inang pergi ke kota?

Jawaban: Karena dia diundang oleh anaknya Jamal untuk datang ke Jakarta. 

4.Bagaimana kondisi kehidupan anak Mak Inang di kota?

Jawaban: Hidup dalam kondisi sederhana, 

5.Apa kegiatan Mak Inang selama di kota?

Jawaban: Ia membantu pekerjaan rumah seperti mencuci dan merawat cucunya.


Pertanyaan Hermeneutik


1.Apa makna dua wajah ibu dalam cerpen tersebut?

Jawaban: Melambangkan dua sisi kehidupan ibu, yaitu harapan akan kehidupan yang lebih baik dan kenyataan pahit yang harus dihadapi.

2.Apa perbedaan pandangan Mak Inang terhadap kampung dan kota?

Jawaban: Kampung dianggap nyaman dan alami, sedangkan kota terasa sesak, kotor, dan penuh tekanan.

3.Apa kritik sosial yang disampaikan penulis?

Jawaban: Kritik terhadap kehidupan kota yang keras dan tidak selalu sesuai dengan harapan para perantau.

4.Apa makna penderitaan yang dialami Mak Inang?

Jawaban: Menunjukkan pengorbanan seorang ibu yang rela menderita demi anaknya.

5.Apa pesan moral dari cerpen tersebut?

Jawaban: Kita harus menghargai orang tua dan memahami bahwa kehidupan tidak selalu seindah harapan, terutama dalam merantau.


Sumber: https://cerpenkompas.wordpress.com/2012/08/05/dua-wajah-ibu/

Jurnal Membaca

Puisi


Judul: Mantera

Karya: Sutardji Calzoum Bachri

Tanggal Baca: Rabu, 8 April 2026


Pertanyaan Heuristik

1. Apa saja benda atau unsur yang disebutkan dalam puisi tersebut?

Jawaban: Yaitu mawar, sayap merpati, langit, puncak gunung, duri, dupa, menyan, dan duka.

2. Berapa jumlah mawar, sayap merpati, dan duri yang disebutkan?

Jawaban: Lima percik mawar, tujuh sayap merpati, dan sebelas duri sepi.

3. Apa yang dilakukan dengan menyan dalam puisi itu?

Jawaban: Menyan digunakan untuk mengasapi duka.

4. Kata-kata apa yang menunjukkan suasana dalam puisi?

Jawaban: Kata seperti perih, dicabik, luka, dan duka.

5. Apa kalimat penutup dalam puisi tersebut?

Jawaban: puah! kau jadi Kau!


Pertanyaan Hermeneutik

1. Apa makna simbol dari mawar dalam puisi tersebut?

Jawaban: Mawar melambangkan keindahan, cinta, atau perasaan yang mendalam.

2. Apa arti penggunaan angka-angka lima, tujuh, sebelas, tiga dalam puisi?

Jawaban: Angka-angka tersebut memberikan kesan ritual, atau mantera yang memiliki makna simbolis.

3. Apa makna yang diungkapan mengasapi duka?

Jawaban: Melambangkan usaha untuk menghilangkan atau meredakan kesedihan.

4. Apa yang dimaksud dari kalimat puah! kau jadi Kau!?

Jawaban: Sebuah harapan atau perintah agar sesuatu yang diinginkan benar-benar terwujud.

5. Apa pesan yang ingin disampaikan penyair melalui puisi tersebut?

Jawaban: Bahwa manusia berusaha mengatasi luka dan duka melalui 

harapan, doa, atau kekuatan batin.

Sumber: https://riniintama.wordpress.com/puisi-kontemporer/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Membaca Cerpen dan Puisi

 Nama : Larahelfunika Nim : 2530102020004 Kelas : A    Mata Kuliah : Membaca Sastra Dosen Pengampu : Ibnu Yustiya Ramadhan, S.S., M.Hum. Jur...